Random #3
Entah kenapa suka heran dengan orang yang lebih mengagungkan doa ketimbang usaha. Teman gue, Fajar, pernah bercerita. Saat SMP ia mendapat nilai yang rendah saat ujian Matematika hingga membuat ia merasa sedih. "Mungkin lu kurang berdoa kali”, Terdengar suara Jafar dari luar pintu kelas. Jafar merupakan teman SMP Fajar yang bisa dibilang cukup religius. Fajar yang memang lugu orangnya percaya begitu saja dan mulai memperbanyak doa ketimbang belajar sejak saat itu. Bulan demi bulan terlewati, Fajar merasa tidak ada perubahan yang signifikan pada hasil ujiannya, padahal doa tidak putus-putusnya ia panjatkan siang malam. Kasihan Fajar.
Berangkat dari kasus Fajar ini, gue jadi mikir ada gak sih korelasi antara usaha dan doa. Lebih tepatnya sih seberapa besar, karena sebenarnya pasti ada sih haha. Berhubung gue udah memberikan pendapat gue di awal, jadi kalian tau lah gue lebih berpihak kemana. Sebenarnya, bukan ingin terlihat sok pintar dengan berada di sisi yang bersebrangan dengan agama terus menerus, tetapi gue mencoba memberi pendapat dari sisi yang jarang orang lihat. Memang, doa itu penting, tetapi jika dibandingkan dengan usaha rasanya bagaikan membandingkan komposisi gula dengan tepung pada pembuatan roti. Usaha itu wajib, doa itu opsional. Bagus memang jika lu bisa menyeimbangkan kedua hal ini, tetapi tetap saja menurut gue usaha harus lebih diperbanyak komposisinya. Sekarang bayangkan jika kalian usaha tanpa berdoa, apakah bisa mendapatkan hasil? Sangat bisa. Palingan kalian hanya akan dicap sombong oleh Tuhan. Apabila kalian hanya bermodal doa tanpa melakukan usaha, maka kalian sangatlah bodoh, atau jika kalian lebih banyak berdoa ketimbang usaha, sama saja. Tuhan mungkin menertawakan anda dari singgahsana-Nya. Meskipun demikian, semua kembali ke diri masing-masing, karena keberhasilan yang akan didapat tidak hanya bergantung pada dua faktor tersebut. Usaha disini juga masih dapat dikategorikan. ))



Comments
Post a Comment