Iri
Pernah ga sih kalian merasa iri dengan teman, kerabat, atau bahkan keluarga kalian sendiri? Melihat mereka sudah lulus kuliah lebih dulu, sudah bisa menghasilkan uang sendiri, sudah bisa membeli hal-hal yang diinginkan, dan sebagainya. Terlebih lagi, di zaman sekarang, orang dengan mudah membagikan kebahagiaan dan keberhasilan mereka lewat berbagai platform social media yang ada. Hal tersebut sebenarnya sangatlah wajar karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang haus akan kebahagiaan. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti ingin merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan itu sendiri adalah luapan perasaan positif yang dirasakan secara mental dan datang dari lubuk hati pada setiap manusia yang meliputi sebuah kesejahteraan, kenyamanan, dan kepuasan hati dari tujuan yang dicapainya (Sukidi 2004).
Rasa iri yang muncul adalah respon dari kurangnya rasa bahagia, terlebih, ketika melihat orang sudah mendapatkan atau merasakan hal yang kita anggap mampu kita capai. Seperti yang gue bilang di atas, hal ini sangatlah wajar karena merupakan respon alami manusia. Namun, rasa iri bisa menjadi buruk jika kita terlalu larut di dalamnya. Maksudnya, ketika kalian melihat kebahagiaan atau keberhasilan orang lain pasti akan ada beberapa respon, antara lain: ikut bahagia walaupun terdapat rasa iri, atau kesal dan malah menyalahkan diri sendiri. Lalu, menyalahkan diri sendiri juga ada berbagai macamnya. Bagus jika kita menyalahkan diri sendiri lantas termotivasi dan menjadikan kesuksesan orang lain sebagai cambuk bagi kita, jangan sampai perasaan iri itu berlarut dan malah menjadikan kita rendah diri.
Sebenarnya yang terpenting adalah mengenali diri kita sendiri. Apabila kita merasa tidak mampu menjadikan rasa iri itu sebagai hal yang positif, lebih baik kita mengurangi aktivitas yang dapat menimbulkan rasa tersebut, membuka social media misalnya. Karena kita tidak bisa mengatur orang untuk tidak membagikan kebahagiaan mereka, dan memang itu ngga salah. Lebih baik kita menciptakan kebahagiaan kita sendiri dengan cara kita sendiri tentunya.



Comments
Post a Comment