Dirgahayu Republik Indonesia ke-75



Indonesia Tanah Air Beta
Pusaka Abadi nan Jaya

Tujuh puluh lima tahun. Jika diibaratkan sebagai seorang manusia, Indonesia sudah berada di masa tua nya. Mungkin yang dilakukan hanya berdiam diri di rumah, memandangi alam dan menyesali beberapa hal di masa lalu. Jika diibaratkan sebagai seekor hewan kebanyakan, maka Indonesia harusnya sudah lama mati. Kenyataannya, Indonesia bukanlah satu dari dua perumpamaan tersebut. Indonesia merupakan sebuah tanah pusaka yang akan tetap abadi. Harapan masa lalu serta semangat masa sekarang lah yang akan terus membentuk wujud Negara ini. Oleh karena itu, peran generasi muda sangatlah penting, karena mimpi-mimpi tersebut hanya dapat dinyalakan oleh semangat generasi muda. Namun, sangat disayangkan bila generasi muda kita kurang memiliki kesadaran akan hal ini. Gue sering melihat di sosial media banyak generasi muda yang hanya bisa menyalahkan kondisi negara saat ini yang mereka anggap kurang baik. Mereka tidak mau memberikan solusi dan cenderung hanya suka menyalahkan dan mengumpat. Bahkan, gue pernah melihat komentar yang seperti: "nyesel gue dilahirin di Indonesia," atau "pengen pindah kewarganegaraan aja ah malu banget sama negara ini." Parah. Cupu banget sih kalau permasalahan di Negeri ini bikin lu berpikir demikian. Kalian (termasuk gue) adalah generasi muda yang harusnya siap berkontribusi bagi negara ini di masa mendatang. Akan lebih baik jika kalimat itu lu ganti dengan kalimat "sabar ya, Indonesia, beberapa tahun lagi gue akan coba bantu nyelesain berbagai permasalahan lu." Walau kalimat itu terdengar naif, tapi itu lebih baik dibanding kalimat sebelumnya yang menandakan tidak cintanya mereka pada tanah pusaka ini. Coba bayangkan jika para pendahulu kita berpikir seperti itu ketika Belanda atau Jepang masih menjadi perenggut kebebasan mereka, mungkin kata Indonesia juga tidak akan tercipta.


Di Sana Tempat Lahir Beta
Dibuai Dibesarkan Bunda

Rasanya kurang adil memang jika membandingkan generasi terdahulu dengan generasi sekarang karena generasi terdahulu jelas memiliki ikatan yang lebih nyata dengan tanah kelahirannya. Generasi terdahulu tidak merasakan dampak globalisasi, malahan sama sekali tidak mengetahui tentang dunia luar selain Indonesia. Paling hanya beberapa pribumi berdarah biru yang bisa merasakan sekolah dan mendapatkan pelajaran sejarah tentang negara lain. Inilah yang membuat mereka sangat mencintai negeri mereka dan menganggap negeri ini sangat layak untuk diperjuangkan. Cerita orang tua, melihat langsung bentang alam yang indah, merupakan faktor tambahan yang menbamahkan rasa cinta di kala itu. Bukan ingin menngangkat luka lama, tetapi terkadang hidup di bawah tekanan dan ancaman akan membuat kita bisa bertindak lebih jauh dan memperjuangkan apa yang terlihat mustahil. Bung Karno juga pernah berkata bahwa perjuangan untuk melawan bangsa sendiri akan lebih sulit dibandingkan perjuangan melawan penjajah dahulu. Entah mengapa perkataan Bung Karno ini seolah berubah menjadi sebuah ramalan. Ramalan yang mungkin juga ditakuti oleh orang-orang yang ikut berjuang memerdekakan Indonesia. Kalau kalian nanya ke gue, pengen Bung Karno masih hidup ga sih sekarang? Jawaban gue engga. Kita memang butuh seorang pemimpin dan pemikir seperti Bung Karno, tapi bukan secara spesifik dia orangnya. Berbagai masalah yang terjadi di Indonesia tidak akan bisa diselesaikan oleh Bung Karno sekalipun jika ia masih hidup sekarang. Kita butuh versi baru dari dia. Memegang prinsip persatuan yang sama, namun dengan kemampuan dan pemahaman zaman sekarang.


Indonesia Ibu Pertiwi
Kau kupuja Kau kukasihi

Terlepas dari segala permasalahannya, Indonesia layak untuk diperjuangkan. Negeri yang terlahir dari cinta Ibu Pertiwi ini nampaknya sedang rindu akan kasih sayang sang Ibu. Gue pribadi bukan orang yang sangat nasionalis, tetapi masih memiliki rasa cinta dan kesadaran untuk mengabdi di Indonesia. Walaupun ga bisa gue pungkiri, salah satu cita-cita terbesar gue adalah pergi ke luar negeri. Bukan tanpa alasan, gue merasa jika pergi ke luar negeri akan membuat gue lebih menghargai Indonesia. Gue ga mau darah yang mengalir dalam tubuh gue tidak dimanfaatkan untuk mmbela atau memperjuangkan tanah kelahirannya. Selamat ulang tahun yang ke-75 Indonesia. Semoga segala kebaikan dan apa yang diharapkan oleh para pendiri dan penerusmu akan segera terwujud. Untuk ibu pertiwi, maaf jika anak-anakmu belum bisa membuatmu bangga. Untuk gue dan kalian semua, semangat ya memperjuangkan tanah tumpah darah kita ini. Sampai kapan? Sampai Akhir Menutup Mata.


        

        
        
        
        


Comments

Popular Posts