Andai saja..
(source: dreamstime.com)
Pernahkah kalian mempertanyakan keputusan yang sudah kalian buat? atau sekadar membayangkan apa yang akan terjadi andai saja kalian tidak mengambil keputusan tersebut? kalo kalian jawab ga pernah, yapp kalian pasti bohong. Secara harfiah manusia pasti mencoba mencari pembenaran atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya, gue pun begitu.
Misalnya saja ketika sedang berada di jalanan yang macet, pasti cenderung akan datang pikiran-pikiran seperti "coba aja gue tadi lewat jalan x dan ga lewat sini, pasti udah nyampe dari tadi", atau "coba aja gue berangkat jam y, pasti gw ga akan macet-macetan kaya gini."
Hal seperti ini merupakan reaksi natural dan memang sulit untuk dihindarkan, dan bahkan memang tidak perlu dihindarkan at the first place. Ada tiga kemungkinan yang terjadi ketika pikiran-pikiran ini muncul:
Hal seperti ini merupakan reaksi natural dan memang sulit untuk dihindarkan, dan bahkan memang tidak perlu dihindarkan at the first place. Ada tiga kemungkinan yang terjadi ketika pikiran-pikiran ini muncul:
1. Kita akan ngedumel terus karena merasa mengambil keputusan yang salah
2. Kita akan berandai-andai apa yang akan terjadi apabila kita mengambil keputusan lain
3. Menerima hal yang sudah terjadi
Dari ketiga hal tersebut, sudah pasti nomor 3 merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, dan nomor 2 merupakan hal yang paling sering kita lakukan.
Selain ngedumel, berandai-andai adalah hal lain yang manusia sangat suka lakukan. Padahal, segala hal yang diandai-andaikan tersebut tidak seindah yang dibayangkan juga apabila beeneran terjadi. Ambil contoh ketika kita sedari kecil berkeinginan untuk berkuliah di Universitas A, tetapi pada kenyataannya setelah kita berjuang dan mengusahakan keinginan tersebut, kita tetap tidak berkesempatan berkuliah di Universitas A dan malah berkuliah di Universitas B. Besar kemungkinan kita akan sulit menerima hal tersebut ke depannya. Apalagi, jika ternyata di kemudian hari kita "kurang sukses", atau "tidak menjadi seperti yang kita inginkan." Pasti kita akan berkata "andai saja dulu gue keterima di Universitas A, udah pasti nasib gue ga akan seperti ini dan gue bakal jadi orang sukses." Apakah kalimat tersebut salah? Enggak. Berarti kalimat tersebut benar, dong? Enggak juga. Berandai-andai sama aja dengan meramal, dan tentunya tidak ada hasil yang pasti dari hal tersebut.
Memang, bisa saja kita menjadi sukses apabila kita berkuliah di Universitas A, tetapi jangan lupa bahwa ada kemungkinan juga kita tidak sukses, atau bahkan memiliki kondisi yang lebih parah dari sekarang ketika kita kuliah di Universitas A. Contoh lebih praktisnya, hal-hal yang kita lakukan selama di kuliah B tentunya akan berbeda dari hal yang kita lakukan di Universitas A, bisa saja ketika kita di Universitas A kita bertemu teman yang kurang suportif atau bahkan kita bisa saja meninggal di semester ke-3 ketika berkuliah di sana. Semua kemungkinan bisa terjadi, ribuan, ratusan ribu, jutaan kemungkinan akan terjadi jika melakukan hal yang berbeda.
Kalau sekarang kalian sedang membaca tulisan ini, masa depan kalian tentunya akan berbeda apabila kalian tidak membaca tulisan ini sekarang. Kombinasi dalam hidup ini terlalu gila dan terlalu banyak untuk dapat dibayangkan, kita tidur 10 menit dengan kita tidur 11 menit juga pasti akan berbeda efek dan hal yang kita lakukan setelahnya. Jadi, dengan kita berandai-andai dan mencoba mengontrol sesuatu yang diluar kendali kita, sama saja dengan melakukan hal yang bodoh nan sia-sia.
Sebagai penutup, ngedumel atau berandai-andai atas suatu keputusan merupakan hal wajar asalkan tidak berlebihan. Pengandaian yang berlebihan akan membuat stress terhadap diri sendiri, dan cenderung malah akan menyalahkan diri sendiri terus menerus. Padahal, sebenarnya yang kita dapat lakukan hanya satu, yaitu terus menjalani hidup sebaik-baiknya apapun skenarionya. Karena seperti yang gue bilang, kombinasi dalam hidup ini terlalu banyak untuk dapat ditebak atau coba kita yakini, maka dari itu kita harus menunggu atau bahkan menciptakan kombinasi yang terbaik bagi kita.



Comments
Post a Comment