WINNER TAKES IT ALLL

Winning is not a sometime thing; it is an all-time thing. You don't win once in a while; you don't do things right once in a while; you do them right all the time. Winning is a habit. Unfortunately, so is losing. -Vince Lombardi

The quote above was written by one of the greatest American football coaches of all time—if not in all of sports. He transformed a struggling team into a champion, leading them to victories in multiple prestigious championships, including the first two Super Bowls. Yep, the same Super Bowl where Kendrick performed a couple of months ago.

Dalam konteks kehidupan, kalian pasti pernah deh mengenal seseorang yang terkesan selalu "menang" dalam hidup. Misalnya, semenjak kecil berhasil masuk ke sekolah favorit, lalu setelah itu masuk ke kampus favorit, setelah lulus langsung diterima kerja di tempat yang didambakan banyak orang.

 Mungkin kalian menganggap mereka orang yang beruntung, padahal kenyataannya tidak juga. Orang-orang seperti mereka inilah contoh manusia yang memiliki habit untuk menang dan memperjuangkan kemenangan tersebut. Proses yang terlihat smooth tersebut tentunya tidak semudah yang dibayangkan dan penuh akan perjuangan. Secara sadar atau tidak, mereka berhasil meng-crack formula keberhasilan (well, some might argue about "keberhasilan" I put here).

Sebenarnya, gue pernah menyinggung melalui tulisan lain di blog ini bahwa a success will lead to another success, and so on. Ketika lu berhasil masuk SMP 115 Jakarta, lu akan lebih berpeluang untuk masuk ke SMA 8, lalu ketika lu sudah di SMA 8, akan sangat-sangat memperbesar peluang lu untuk masuk ke Universitas Indonesia—dan ketika lu sudah berhasil masuk UI, akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang "layak". 

Ta…Tapi Bang, kan kesuksesan gak ditentukan dari sekolah atau universitas, banyak kok yang bahkan gak kuliah tapi tetap bisa sukses. Iya, bener banget, tapi proporsi orang yang sukses karena memiliki background sekolah yang bagus jumlahnya jauhh lebih banyak ketimbang yang tidak.

Kalau tadi gue bilang bahwa ada orang yang berhasil meng-crack formula keberhasilan lewat jalur konvensional, ada juga beberapa orang yang berhasil meng-crack-nya lewat jalur unik. Let's start with Bahlil Lahadalia, seorang yang lahir di wilayah Timur Indonesia, lulus dari STIE Port Numbay Jayapura yang mungkin kalian ga pernah denger nama kampus tersebut, berhasil menjadi pengusaha sukses dan pada akhirnya menjadi top tier politician di Indonesia. Not to mention Jokowi, a little boy from Sukoharjo with no political family influence, whose diploma is still being questioned—and he still got to lead our country for 10 freakin years.

Pada akhirnya, jalan hidup yang ditempuh semua orang pasti akan berbeda. Berliku atau tidaknya jalan yang dilalui, cepat atau lambatnya waktu yang ditempuh, dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal yang mungkin dibawa sejak kita pertama dilahirkan. Some people even don't have "lose" in their dictionary; it's either win or learn. Oleh karena itu, tetaplah mencoba mencapai tujuan kita masing-masing. Anyway, the earth is round, winning or losing is not an absolute thing, and surely you can adjust your path.

Comments

Popular Posts