Causality
Dari banyaknya hukum ataupun teori yang ada di dunia ini, hanya ada satu teori yang sangat intruiging bagi gue. Bukan relativity dari Einstein ataupun Invisible Hand dari Adam Smith, melainkan sebuah teori yang bahkan tidak ada pembuktian kuantitatifnya—tetapi justru itu yang membuatnya menarik, yaitu Teori Sebab Akibat.
Mungkin terdengar sangat simpel dan sepele, tetapi penggunaan dan pengembangan teori ini sangatlah luas. Berbeda dengan hukum atau teori dalam dunia sains yang bisa dibilang "tidak terlalu" practical, teori Causality sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari—terkadang bisa dilakukan untuk mengobservasi hal, kadang juga dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis, atau yang paling sering gue gunakan adalah untuk dasar pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Gue punya beberapa contoh causality yang menurut gue sangat menarik dan bisa menjadi ajang untuk berdiskusi atau mungkin berdebat. Bagi kalian yang beragama Muslim, pasti pernah mendengar bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan manusia yang sangat mulia. Bahkan, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa nama Nabi Muhammad sudah terukir di samping singgahsana Allah SWT jauh sebelum kelahirannya. Lantas, bagaimana logic sebab akibatnya?
Maksudnya, apakah Allah tau bahwa kelak akan ada seorang bernama Muhammad yang memiliki sifat sangat mulia (sebab) sehingga ia menjadikannya panutan bagi seluruh umat manusia (akibat)—ataukah Allah yang memang sengaja menjadikan Muhammad seorang yang sangat mulia (sebab) dan menjadikannya contoh bagi seluruh umat manusia (akibat). Tentunya analogi ini cukup lemah karena dapat dibenturkan dengan unsur-unsur keagamaan, tetapi let just put it this way dan coba analisa hanya dengan menggunakan teori sebab akibat.
Let's look at another, more general example:Indonesia merdeka. Amerika melakukan pengeboman ke Hiroshima dan Nagasaki (sebab) sehingga Indonesia bisa merdeka (akibat) atau berkat perjuangan rakyat Indonesia baik secara diplomatis ataupun menggunakan bambu runcing (sebab) menyebabkan Indonesia dapat lepas dari belenggu penjajah (akibat). Banyak yang berpendapat bahwa keduanya mungkin dapat bersifat complementary—mungkin memang iya, tetapi justru itulah yang membuat sebab akibat sangat menarik.
Dua contoh di atas cukup menggambarkan betapa luas dan dalamnya teori sebab akibat untuk dapat dikulik. Gue pribadi sangat sering mengembangkan teori ini untuk dapat memahami ataupun menganalisa suatu hal—seperti sebab akibat orang dapat marah, sebab akibat seorang dapat menjadi sukses, bahkan hubungan antara manusia dengan alam. Tentunya, teori causality tidak bisa diterapkan pada semua hal dan juga memiliki banyak limitasi. Tetapi yang pasti, teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu hal lebih dalam.
Untuk jawaban kedua contoh yang gue sebutkan di atas, silakan interpretasikan dan kembangkan teori kalian masing-masing.
.jpeg)


Comments
Post a Comment